Daya Juang Seseorang

Dimana ada kemauan, disitu ada jalan. Sebuah ungkapan yang tak asing lagi terdengar di telinga. Dimana ada kemalasan, disitu juga ada beribu alasan. Sebuah ungkapan yang aku buat sendiri kemudian. Hehehe.

Baiklah, kali ini aku akan coba menuliskan tentang tujuan dan daya juang, hasil dari pengalaman dan pengetahuanku sendiri, tentu saja. Daya juang menurut tafsiranku sendiri adalah kemampuan seseorang untuk mencapai sesuatu yang diinginkannya atau diraihnya, baik dalam jangka waktu pendek (masa sekarang) atau jangka waktu panjang (masa depan).

Jadi, ada hubungan yang erat antara tujuan dan daya juang seseorang. Seperti ungkapan di awal tulisan ini. Dimana ada kemauan (dalam hal ini adalah sebuah tujuan, mau apa, mau kemana?), maka disitu ada jalan (jalan ini adalah sebuah proses pembuktian daya juang seseorang) dalam mencapai tujuannya (apa yang diinginkannya).

 

 

Baru-baru ini aku menonton sebuah film keluaran terbaru yang direkomendasikan oleh seorang teman yang kemudian kumasukkan dalam daftar My Favorite Film. Judulnya adalah The Secret: Dare to Dream. Sinopsis singkatnya, film ini menceritakan tentang seorang laki-laki yang membantu memperbaiki rumah seorang janda beranak tiga yang rusak tertimpa pohon karena bencana alam berupa angin topan yang datang melanda kawasan tersebut. Kekuatan film ini ada pada dialog tiap pemainnya, terutama tokoh utama yaitu seorang laki-laki yang membantu janda dengan tiga anak tersebut.

Ada beberapa dialog favorit saya, salah satunya adalah dialog berikut ini:

Man : What would make you happy? Not your friends, you.

The Girl (First Daughter of the Widower) : I don’t know (shrugging her shoulders)

Man : Wait, if you don’t know what you want, how can you ask for it?

The Girl then thinking and give an answer to the man.

Jadi, menurutku, bisa dipastikan ketika kita menemukan seseorang dengan daya juang yang luar biasa, dia pasti mempunyai sebuah tujuan yang jelas atau pasti. Apapun motif tujuannya itu, entah baik, atau buruk, entah karena alasan personal atau kelompok, yang penting tujuannya jelas.

Tiba-tiba saja (well, tentunya atas kemurahan dan petunjuk dari-Nya) aku teringat sebuah ungkapan terkenal milik Ali bin Abi Thalih, salah seorang khulafaur rasyidin, yang menyebutkan bahwa:

 “Kebatilan yang terencana dan terorganisir akan dapat mengalahkan kebaikan/kebenaran yang tidak tersusun dengan baik dan rapi."

Jadi, penting sekali untuk mempunyai tujuan hidup atau impian yang jelas. Jika kita merasa bingung, bimbang, galau, mudah putus asa, bisa jadi karena tujuan kita tidak jelas mau apa, mau kemana. Orang-orang berpendidikan menyebutnya dengan istilah yang lebih keren, yaitu visi dan misi. Beragam hal mulai dari visi dan misi pribadi/individu, keluarga, kelompok, perusahaan, sampai Negara.

Visi misi itulah yang menjadi panduan kita, menjadi bahan bakar bagi daya juang kita dalam mencapai sesuatu yang kita inginkan baik di masa sekarang, maupun di masa depan. Visi misi itu membuat kita lebih fokus kepada tujuan sehingga tak banyak energy, waktu dan tenaga yang terbuang percuma karena salah jalan.

 Every person should ask themselves, is this a friendly universe? Because your answer determines your life. (Lagi-lagi cuplikan dialog film The Secret: Dare to Dream yang dinukil dari perkataan Albert Einstein)

 


#Day28 #Squad2 #30DWC #30DWCJilid26 #30DWCDay28 #30DWCJilid26Squad2Day28 #Pejuang30DWC #Pejuang30DWCJilid26

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Aku Menjadi

Memulai Hari dengan Merapikan Tempat Tidur

Aku Menulis