Mengapa Harus PNS?

 Bismillahirrahmanirrahim...

Akhirnya, nulis lagi.
Pengen nulis ini, tema PNS yang bulan ini emang sedang dilangsungkan tes CPNS ya.

Hmm.. baiklah, ini unek-unekku sekian lama saja ya. Tentang, kenapa sih harus PNS, harus jadi PNS, kenapa sih kebanyakan orang di Indonesia masih mengagungkan pekerjaan sebagai seorang PNS? Wes, pokoknya pekerjaan sebagai PNS itu TOP bgt lah, mengalahkan segalanya, tak memandang tingkatannya mau paling dasar banget atau yang udah level tinggi. Wes pokoknya, intinya, PNS, dirinya sudah berlabel PNS, datanya sudah masuk di pemerintahan dan terdaftar sebagai PNS, ataupun ASN.

Pertanyaan itu terus bergelayut dalam benakku sendiri. Ya, mungkin karena aku pribadi nggak begitu fanatik (baca: pengen jadi PNS), jujur malah aku nggak suka jadi PNS. Wkwkwk..

Aku mencoba bertanya ke orang-orang yang getol banget ngikut tes CPNS selama umur mereka masih diperbolehkan ikut atau selama mereka masih bisa mengajukan berkas-berkas yang sesuai buat ikut tes CPNS ini. Tapi, jawabannya masih belum memuaskan diriku.

Meski sempat kutodong langsung, intinya Duit ya? Mereka jawabannya muter-muter nggak jelas kaya odong-odong Bang Soleh yang suka muter keliling kompleks tiap sore.

Meski harus pisahan, LDMan antar keluarga, gitu? Ya, kalau masalah itu kan, kembali kepada pilihan masing-masing, nggak masalah kalau memang bisa jauh-jauhan. Tapi aku sendiri ogah, dan bukan tipe yang mau jauh-jauhan sama suami juga. Ketemu seminggu sekali sama suami, sebulan sekali, huhuhu, nggak deh. Meski pernah juga LDMan dan ya, nggak terlalu lebay juga alias biasa aja. Tapi nggak mau lah LDMan seumur hidup sama suami.

Meski bisa juga mengurus berkas-berkas biar bisa kerja satu kota sama suami. Tapi, ya... tapi, biasanya kudu mau berurusan sama orang dalem. Xixixixi

LDM = long distance marriage, alias nikah tapi tinggalnya jauh-jauhan sama suami.

Okelah, kembali kepada, mengapa harus jadi PNS?

Akhirnya aku menemukan jawabannya sendiri yang cukup dapat memuaskan keganjelan hatiku tentang PNS ini.

Kenapa, kalau bisa, kalau ada kesempatan pokoknya orang yang tinggal di Negara Indonesia ini harus berusaha supaya dirinya bisa jadi seorang PNS.

Kenapa?

Nah, ini jawabanku sendiri ya. Mau setuju apa enggak, terserah, silahkan.

Karenaaaaaaaaaa....

jadi PNS itu terjamin hidupnya, seumur hidup sampe mati. Pokoknya aman deh, selama lu nggak neko-neko alias sesuai alur pemerintah dan nggak minta resign dari tugas PNS.

Meski kadang alur pemerintah buat para PNS sering berubah-ubah aturannya dan seringkali buat bahan gunjingan diantara para PNSer. Gimana sih, disuruh masukin data lagi, ganti lagi peraturannya, seragamnya, dll. Paling mentok hal kaya gitu cuma diomongin doang. Pada keanyataannya ya mereka para PNSer itu tetep manut. Ganti seragam, masukin data, disuruh begini, begitu. Hehehe..

Jadi, hidup menjadi PNS di Negara Indonesia tercinta ini adalah kehidupan dunia yang paling terjamin aman. 

Pokoknya, lu mau sakit, sakit gigi, sakit panu, sakit apa aja, tetep ada uang masuk tiap bulan, berapapun jumlahnya (ya, ini sesuai tingkatannya juga sih). Mau cuaca apa aja, panas, dingin, banjir, pandemi kaya kemarin itu, tetep terjamin deeeh. Apalagi namanya ada uang pengsion, hihihi, pensiunan maksudnya, aman kan. Trus masih bisa juga deh usaha sampingan, mau jual baju, camilan, panganan, jualan apa aja bisa tuh buat nambahin penghasilan bulanan.

Ya, kira-kira begitu. 

pekerjaan yang paling aman dibanding jadi pengusaha yang gajinya lebih besar daripada PNS,  masih lebih aman dibanding kerja di perusahaan swasta yang bonafide. 

Begitulah menurutku. 

Atau, apa emang mindsetnya gitu ya?

Jadi, kalau dianalogikan gini. Pakai makanan aja ya biar simpel.

Di negara A yang memang ada makanan bernama Bakso, makanan ini disebut oleh orang di negara A makanan TOP nomer satu, yang lain kalah jauh dah.

Meski ada beberapa orang yang nggak suka Bakso, bahkan ada yang alergi, karena mindset, berita-berita di mana-mana, opini-opini di media cetak sudah setuju bahwa Bakso ini makanan terenak, terfavorit, ter segalanya di atas jenis makanan lainnya, maka kalau misalnya ada soal,

Apakah makanan paling enak itu?

A. Bakso    B. Sate    C. Rendang    D. Soto

Meskipun lu nggak suka Bakso, tapi kalau di ujian pemerintah keluar pertanyaan macam itu, pasti lu mikir-mikir kan kalau mau jawab selain A? Hehehe, iya nggak sih? 

Oke, udah deh. Cukup dulu unek-unekku pagi ini. Monggo boleh setuju atau ndak. Namanya juga unek-unek pribadi. Kekekeeee...

Oh ya, tambahan lagi.

Pas tadi siang, dapat kabar kalau di salah satu grup yang aku ikuti, suami dari salah satu anggota grup tersebut meninggal karena sakit TBC akut setelah sebelumnya diadakan galang dana untuk membantu biaya pengobatan.

Innalillahi wainna ilayhi rajiun..

Trus kok aku malah nyambung ke tulisan yang aku buat pagi ini, huhuhu...

Mengapa harus jadi PNS? Mengapa PNS adalah pekerjaan idaman?

Satu lagi jawabannya adalah, bahwa dengan menjadi PNS itu artinya sedang meniti jembatan nasib. 

Ya tahulah namanya jembatan itu adalah alat yang dipakai untuk menghubungkan jalan yang terpisah oleh sungai, jurang atau sesuatu yang dalam. 

Nah, jadi... nggak usah aku jelaskan lagi maksudnya, aku yakin sudah bisa pahamlah.

Tapi, memang begitulah faktanya. Menjadi PNS ataupun ASN, benar-benar bisa menjadi jembatan nasib, menuju ke masa depan yang lebih baik lagi.

Ya, sekali lagi, itu kembali kepada pilihan masing-masing juga.

Oh ya, jadi ingat kalau pernah lihat di reel instagram ada mbak-mbak netizen yang curhat kalau hubungannya dengan pacar tak direstui oleh ortu pacarnya lanjut ke pelaminan karena ortu pacar carinya menantu yang PNS, hwe heheee... Di jaman now hal kaya gitu masih ada aja ya. Status PNS sebagai syarat nikah.

Wes, ora usah nggumunan ya..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Aku Menjadi

Memulai Hari dengan Merapikan Tempat Tidur

Aku Menulis