Makanan Khas Pemalang Favoritku yang Bikin Kangen

Bismillah...

Udah lama nggak nulis di blog lagi nih, sejak ikut challenge 30DWC. Hehe, ternyata belum bisa konsisten nulis, tapi paling nggak, semangat tuk istiqomah berkarya harus terus ada ya.

Well, bulan Agustus tahun 2021 ini, aku lama di rumah alias pulang kampung di Pemalang. Nemenin mbah Kakung yang sedang kontrol ke dokter. Ya, sudah sejak lama juga kan nggak pulang gara-gara nurutin aturan pemerintah yang bikin pusing. Ada PSBB, PPKM level 1, 2, 3 entah mau sampai level berapa.

Awalnya mencoba legowo juga, tapi kalau dipikir-pikir, kalau nggak nekat pulkam, ya nggak bakal ngumpul sama keluarga deh. Aku, suami, adikku dan iparku, tentu saja bersama my smart girl Haya pun pulang kampung saat status PPKM level 2, kalo nggak salah. Kami berlima berangkat dari Semarang jam 9 malam, ya karena adikku baru selesai kerja jam segitu, plus kalau malam, harapannya nggak banyak ketemu sama petugas di jalan yang suka "rewel".

Alhamdulillah, perjalanan sampai masuk tol lancar jaya, sempat macet di exit tol Pemalang daerah Gandulan, dan disitulah kembali petualangan kecil bermula. Jalan masuk ke kota kecilku ditutup dengan beberapa petugas yang sedang berjaga, padahal sudah jam 12 malam.

Akhirnya, kami pun mencoba mencari jalan lain. Padahal, kalau lewat jalan biasa, tak kurang 20 menit sudah sampai. Akhirnya kami malah lurus ke arah Tegal. Beruntung adikku sopir yang handal, dan paham medan meskipun beberapa kali kami sempat mengalami jalan yang terpalang 🥲 sabarrr..

Akhirnya, hampir jam 01 malam kami sampai rumah yang aman, nyaman dan damai. Alhamdulillah. Kejutan buat mbah Kakung dan mbah Putri, karena kami tak memberitahu seblumnya mau pulang, khawatir malah ditunggu dalam kecemasan, khas orang tua.

Begitulah sekelumit cerita pulkam saat pandemi dalam PPKM level 2. Boleh dibilang juga, kawasan rumah mbah tergolong zona merah, ah tapi tak usah pusing dipikir. Ikhtiar dari diri sendiri tetap patuhi prokes, masker, sering-sering cuci tangan, tak keluar rumah kalau tak mendesak, dan jaga kesehatan dengan olahraga plus suplemen multivitamin dan makanan bergizi bernutrisi.

Btw, mumpung di rumah, aku puas-puasin aja ketemu panganan favorit yang nggak bakal bisa ditemuin di tempat lain deh.


Apa aja itu? Bernostalgia sejenak bolehlah.

Aku selalu ingat sekelumit pesan yang disampaikan oleh Guru Geografiku dulu sewaktu kelas 1 SMA. Aku lupa namanya, tapi masih samar2 ingat wajahnya waktu itu. Saat mengajar, beliau guru muda asli Pemalang yang sepertinya baru saja menikah pernah bilang. 

Nanti, kalau misal kalian pergi merantau ke kota lain, kalian pasti bakal tetep kangen sama kota ini. Pemalang, meski kota kecil yang biasa saja, tapi ngangeni. 

Ya, saat itu mungkin belum terasa. Baru paham saat sudah mulai merantau ke tempat lain.

Meskipun aku bukan pecinta kuliner, tapi beberapa pangan favoritku ini tak bisa tergantikan di tempat lain.

Apa saja itu?

1. Sega megana yang dijajakan bakul sarapan yang lewat di depan rumah tiap pagi.

Sarapan, buu.. tumbas sarapan mboten?

Megana, nasi kebuli, bumbu mawon, bu?

Lainnya, sega megana yang dijual di Pantai Widuri kalau pas jalan-jalan ke sana.

2. Gemblong ketan



Gemblong ketan basah berwarna putih yang ditaburi parutan kelapa dan gula merah cair. Sungguh sedap. Available at Pasar Banjardawa. Dulu biasa nitip mbak kalo belanja ke pasar, sekarang, Mak Reni juga jual. Senangnya..

3. Gethuk

Ya, mirip sama gemblong ketan

4. Kojek ramboo

Mirip kaya cilok, tapi bulatan kojeknya kecil-kecil dan disiram bumbu kacang yang lezat. Nggak ada deh di tempat lain. Favoritku dulu penjual di depan Masjid Agung Pemalang/ Alun-alun Kota, atau di Pantai Widuri dan di depan Puskesmas Pemalang

5. Nasi Grombyang

Jelas banget ini tetep ngangeni. Cuma harus dimakan panas-panas biar lebih kerasa nikmatnya. Grombyang Pak Toli Alun-alun Kota dan Pak Wahidin Sirandu jadi andalan.

6. Tahu Campur Condong Raos

Ini pun, nggak ada duanya deh di tempat lain. Pemiliknya temen deket Mbah Kakung, karena dulu kami pernah tinggal satu komplek dengan Warung makan yg khas ini.

7. Klepon Alun-alun

Meski mudah didapat di mana-mana, klepon alun-alun Pemalang tetap beda dengan klepon di tempat lainnya.

8. Ikan teri nasi

Teri kecil berwarna putih yang enak dan gurih

Ya, itulah kurang lebih panganan favorit yang kusuka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Aku Menjadi

Memulai Hari dengan Merapikan Tempat Tidur

Aku Menulis